Kewirausahaan dan UKM

oleh : Aguntaran

Selama ini, di media-media, kita sering mendengar istilah kewirausahaan atau entrepreneurship. Kewirausahaan sering dijadikan solusi untuk permasalahan pengangguran yang jumlahnya kian meningkat seiring dengan adanya krisis global saat ini. Dengan bangkitnya semangat kewirausahaan maka berarti semakin banyak orang yang akan mendirikan usaha dan imbas akhirnya adalah semakin berkurangnya pengangguran. Itu adalah masalah logika semata.

Selain kewirausahaan, hal yang juga sering dibahas dan erat kaitannya dengan kewirausahaan adalah tentang UKM atau Usaha Kecil dan Menengah. Kenapa? Jawabannya sederhana sebab UKM merupakan langkah awal dari perwujudan dari kewirausahaan yang terbentuk. UKM menjadi sesuatu yang diminati untuk didalami oleh orang-orang karena berbagai macam hal, misalnya karena akan pensiun sehingga mulai sadar akan segera kehilangan penghasilan, kehilangan pekerjaan karena PHK, lowongan kerja mulai sulit, atau karena sudah bekerja tetapi penghasilan yang minim.

Begitu banyak ulasan yang telah diuraikan baik dari media, analis ataupun pengamat mengenai kontribusi yang telah diberikan oleh UKM terhadap ekonomi nasional. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa UKM mampu menyerap tenaga kerja hingga mencapai 99,9% dan menyumbang PDB dengan angka 56,7% pada tahun 2003. akan tetapi sayangnya sampai sekarang kita belum banyak mengetahui seperti apa sih dan bagaimana UKM itu. Sudah saatnya kita mengetahui karakteristik dari UKM itu sehingga kita dapat sukses jika menekuni hal itu.

Akan tetapi sebelum kita mulai mengulas lebih dalam mengenai UKM ada baiknya kita memperhatikan fakta-fakta berikut ini. Pertama, sesungguhnya keberhasilan industri ukuran kecil dan menengah seringkali lebih ditentukan oleh karakteristik produk atau jasa yang diusahakannya daripada entrepreneurship si pengusahanya? Percayakah anda dengan pernyataan ini. Saya kira sebagian dari anda tidak setuju dengan pernyataan ini. Tetapi mari kita lihat sekeliling kita. Pernahkah anda melihat ada sebuah tempat usaha yang ramai, misalnya saja warung makan. Menurut anda, apakah faktor yang menentukan ramainya warung tersebut adalah adanya sang pengusaha yang melayani? Saya kira tidak. Saya pernah makan di suatu tempat yang sudah terkenal dan ramai di kota Bandung. Ternyata hal yang membuat warung itu menjadi ramai dan terkenal adalah karena memang makanan yang disajikan disitu sangat enak. Saya tidak begitu mempedulikan bagaimana pelayanannya, yang penting bagi saya saat itu adalah bahwa makanan disitu ’katanya’ enak dan saya ingin merasakannya.

Selain itu, pernahkah kita berjumpa dengan seorang pengusaha yang usahanya itu ramai tetapi sang pengusaha itu tidak seperti yang kita sering bayangkan sebelumnya sebagai orang yang berpakaian necis, gaya, dan sebagainya. Misalnya pendiam, tidak luas pergaulan, dan tidak pandai dalam berbicara. Pasti ada. Jadi sebenarnya jangan begitu khawatir bagi anda yang merasa belum mempunyai jiwa entrepreneurship yang bagus. Hal itu tidak menjadikan faktor utama dalam kesuksesan usaha kita. Kita hanya perlu menentukan produk atau jasa apa saja yang ingin kita usahakan dan dapat diterima oleh pasar. Kemudian segera pasarkan produk dan jasa kita. Sederhana bukan?

Fakta yang kedua adalah bahwa peluang untuk UKM berkembang lebih banyak dijumpai di kota-kota besar ketimbang di desa. Fakta ini jelas mudah untuk diuraikan. Saya akan ambil contoh lagi adalah usaha nasi goreng. Terbayangkah oleh kita jika kita berjualan di desa yang jarak antar satu rumah dengan rumah lain begitu jauh. Jadi beruntunglah anda yang saat ini berada di kota jika hendak mendirikan UKM. Penduduk yang banyak dan padat menjadi pasar yang potensial untuk UKM.

Fakta yang ketiga, bahwa ada ciri-ciri produk atau jasa yang cocok bagi industri ukuran kecil dan menengah, sehingga bertanam jamur, beternak ayam, cacing, atau mengusahakan roti bakar sebaiknya dihindari? Untuk yang ini mungkin pernyataan seperti ini sangat tidak beralasan. Tetapi marilah kita lihat lagi ciri-ciri yang terdapat pada ketiga jenis usaha diatas. Jika seandainya dalam waktu 30 menit saya mengajarkan kepada anda bagaimana cara untuk menanam jamur, beternak ayam, cacing, dan roti bakar, apakah kira-kira anda bisa mengerjakannya? Saya kira itu tentu hal yang mudah untuk anda pelajari. Seandainya semua bisa dan semuanya masuk ke dalam udaha jenis ini, apa yang terjadi? Lebih besar rasio penjual dibanding pembeli yang mengakibatkan anda akan merugi. Jadi, fakta diatas mengajarkan kita tentang berhati-hati untuk memilih jenis usaha yang kita pilih. Jangan anda memilih jenis usaha yang mudah untuk diusahakan orang.

Fakta yang keempat, bahwa jenis usaha industri ukuran kecil dan menengah tertentu hanya memerlukan modal terbatas karena uang dari konsumen lebih dulu masuk dan baru kemudian dikeluarkan? Institusi pendidikan menjadi contoh nyata dari lembaga bisnis untuk jenis seperti ini. Pernahkah anda kursus bahasa Inggris atau komputer tetapi anda membayar belakangan setelah proses kursus sudah selesai? Jarang atau hampir tidak pernah terjadi. Jangan khawatir dengan modal yang terbatas. Kita hanya perlu mengetahui usaha apa saja yang memerlukan modal terbatas diawal untuk bisa mengusahakannya.

Fakta yang kelima, bahwa di sekitar kita sebenarnya banyak peluang usaha industri ukuran kecil dan menengah yang belum dimanfaatkan? Ini adalah hal yang sering dibicarakan dalam seminar-seminar entrepreneurship dan saya setuju dengan hal tersebut. Indonesia adalah negeri yang penuh dengan masalah dan peluang akan muncul dalam masalah itu. Jika sekolah-sekolah tidak ada masalah, kiranya bisa dikatakan bahwa bimbel-bimbel yang menjamur tidak perlu ada. Betul tidak? Dan terakhir sebagai penutup dari tulisan ini bahwa tanpa bakat usaha atau jiwa entrepreneur, anda juga bisa menjadi pengusaha industri ukuran kecil dan menengah yang berhasil? Selamat berwirausaha.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: