Si Manis dari Taman Wisata Mekarsari

Sekitar 300 orang berdesakan memadati gedung teater Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Kamis minggu kedua bulan November. Mereka berkerumun untuk mendengarkan paparan Reza Tirtawinata tentang pesona, nilai komersial, dan citra ”si manis” nangkadak.

Para undangan berdesakan ketika akan diboyong ke kebun nangkadak. Begitu sampai, mereka langsung menyerbu dan mencium nangkadak, varietas baru buah tropis Taman Wisata Mekarsari (TWM) hasil persilangan antara nangka mini dan cempedak. Kini TWM sebagai pusat konservasi tanaman buah tropis terbesar dunia telah mengoleksi 78 famili, 362 spesies, dan 1.463 varietas.

”Serat dagingnya lembut, rasanya manis, baunya pun harum menggoda. Teksturnya seperti cempedak, tetapi kuat dengan rasa nangka,” kata Victor Galan Sauco, undangan pada panen perdana nangkadak matang itu.

Acara panen perdana itu terangkai dengan Simposium Buah Tropis dan Subtropis Internasional IV di Bogor, 3-7 November. Simposium itu menghadirkan 300 peserta dari 26 negara, tetapi hanya 200 peserta yang datang ke Mekarsari. Mereka adalah peneliti dan pakar tanaman buah-buahan tropis, termasuk Victor.

Victor, profesor dan peneliti senior buah-buahan tropis pada Instituto Canario de Investigaciones Agrarias milik Pemerintah Spanyol, mengatakan, Indonesia adalah surga pencinta buah tropis. Indonesia harus terus melestarikan tanaman buah tropisnya.

Peserta simposium pada umumnya anggota International Society for Horticultural Science (ISHS). Mereka memberikan aplaus panjang ketika Hari Tanjung, General Manager PT Mekar Sari Unggul, operator TWM, melakukan panen perdana nangkadak. Aplaus yang sama diberikan kepada Reza ketika memanen satu nangkadak lagi.

Reza adalah pakar buah tropis Indonesia sekaligus anggota ISHS serta salah satu staf ahli bidang khusus Mekarsari. Peneliti senior inilah yang membidani lahirnya nangkadak sebagai spesies baru buah tropis melalui kegiatan penelitian yang panjang dan melelahkan selama delapan tahun sejak tahun 2000.

”Selama ini kita hanya mengenal nangka dan cempedak dari satu famili Moraceae jenis Artocarpus. Nangkadak adalah spesies baru hasil sambung susu (grafting) antara indukan betina nangka mini (Artocarpus heterophyllus) dan indukan jantan cempedak (Artocarpus integer Merr),” kata Reza.

Nangka dan cempedak juga dikembangkan di Mekarsari. Kita mengenal nangka lebih besar dari cempedak. Meski daging biji buah nangka tebal dan manis, harus bersusah payah dulu untuk dibuka. Kulit nangka lebih tebal, terkadang berduri panjang dan lebih tajam, serta diselimuti getah yang lengket. Sementara cempedak lebih kecil dari nangka, dengan duri yang pendek dan agak tumpul, tetapi kulitnya tipis dan gampang dibuka. Serat daging biji buah cempedak lebih lembut, cukup manis, dan aromanya lebih tajam dari nangka.

”Nangkadak lebih manis dari cempedak atau semanis nangka, tetapi kulitnya setipis cempedak,” lanjutnya.

Nangka dan cempedak merupakan tanaman yang mudah beradaptasi dengan lingkungan kurang subur atau lahan marjinal. Pada September 2000, tim peneliti Mekarsari melakukan pemuliaan buah konvensional, yaitu dengan melakukan persilangan antardua jenis tanaman, yaitu nangka mini sebagai betina dan cempedak sebagai pejantan.

Setelah melalui evaluasi selama tiga tahun, ditemukan tiga varietas unggul baru, yaitu nangkadak, cempeka, dan pedakka. Secara umum, sosok tanaman dan tipe buah dari silangan ini lebih mengarah kepada cempedak, tetapi ukuran buah yang dihasilkan serta kualitas buahnya jauh lebih unggul dan berbeda dari induk aslinya. (PASCAL S BIN SAJU)

sumber : Kompas Cetak edisi 30 November 2008

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: