Andri Fajria, “Raja Kambing Jabodetabek” dari ITB

LATAR BELAKANG

Diawali oleh keinginan berbuat sesuatu untuk masyarakat kota Tangerang, pada bulan April 2004 saya mengumpulkan beberapa orang teman praktisi usaha mikro (pedagang sembako, pedagang buah, pemilik kantin di sekolah – sekolah, penjual buku, dll). Kota Tangerang merupakan kota industri di mana banyak terdapat pabrik. Akan tetapi pada saat itu ada beberapa pabrik yang mulai tutup, sehingga banyak buruh yang semakin resah. Maka tidak ada jalan lain kecuali mendorong masyarakat ke arah kewirausahaan. Maka kami mendirikan lembaga inkubator bisnis bernama ”Lembaga Pengelolaan, Pembinaan dan Pengembangan Wirausaha (LP3W) HARMONIA”. Kegiatannya berupa seminar – seminar kewirausahaan setiap bulan sekali. Akan tetapi setelah 3 bulan berjalan, kami evaluasi, ternyata hasilnya kurang memuaskan karena hanya memberikan motivasi berbisnis, namun tidak menjelaskan ”how to make and run a business”. Maka kami kemudian membuat training bisnis yang pertemuannya setiap pekan, dengan mengundang para praktisi bisnis. Alhamdulillah, peserta sangat antusias mengikutinya.

Selanjutnya, agar tidak hanya dikenal sebagai lembaga pelatihan bisnis saja, atau malah membisniskan pelatihan kewirausahaan, maka kami kemudian membuat unit – unit usaha, seperti : event organizer, handphone, panel listrik, kursus bahasa inggris, digital printing, dll.

Sementara itu, Secara periodik Kami bersilaturrahmi kepada orang – orang yang kami anggap pakar dalam bisnis, untuk berguru kepada beliau. Salah satu yang kami temui adalah Rhenald Khasali dari UI. Kami memperkenalkan diri dan memberikan profil lembaga Kami, sambil meminta kesediaan beliau menjadi pembina Kami. Ketika membaca profil LP3W Harmonia, beliau berkomentar : ” Saya punya sebuah pohon mangga di depan rumah. Sudah bertahun – tahun saya tanam dan daunnya sangat lebat. Akan tetapi belum pernah berbuah. Maka suatu saat saya papas daun – daunnya, dan hanya menyisakan beberapa lembar … eh malah dia berbuah !!! Jadi tidak bisa seperti ini, Dik …bisnisnya terlalu melebar. Sebaiknya pilih satu usaha, fokuskan itu !! Pasti hasilnya akan lebih baik dibandingkan melebar ke banyak bidang.”

Setelah itu Kami berkumpul untuk membahas masukan dari Pak Rhenald tersebut. Mengingat idealisme awal kami membangun LP3W Harmonia adalah untuk membangun masyarakat (pengusaha mikro), maka untuk sementara kami lupakan semua bidang yang agak – agak ”High Tech” dan kami pilih usaha yang dianggap bisnis pinggir jalan/kaki lima, yaitu bisnis kambing. Dengan harapan kami bisa membuat contoh usaha bisnis kambing yang berhasil dan kemudian mengangkat ”gengsi” dan taraf hidup peternak kambing. Kami memulai usaha ini pada bulan Februari 2006.

PEMASARAN

Dalam memasarkan kambing aqiqah, Kami tidak menggunakan cara – cara yang biasa seperti beriklan di koran dan majalah, melainkan melalui :

  1. Memasang mini banner di pohon – pohon.
  2. Bekerjasama dengan rumah sakit dan bidan.
  3. Memberikan voucher discount aqiqah sebagai souvenir pernikahan.

Dengan strategi pemasaran tersebut, alhamdulillah penjualan kambing aqiqah kami menjadi salah satu yang terbesar di Jabodetabek, sehingga tidaklah berlebihan kalau kami mengklaim sebagai ”Raja Kambing Jabodetabek”, dengan beberapa ”prestasi lain” seperti :

  1. Pernah secara rutin supply untuk PT Widodo Makmur untuk ekspor ke Malaysia.
  2. Pernah supply para pedagang daging kambing di beberapa pasar secara rutin 100 ekor per hari.
  3. Profil kami pernah dimuat di majalah ”Pengusaha” edisi Agustus 2006.
  4. Terpilihnya saya sebagai ketua umum Himpunan Peternak Domba & Kambing Indonesia (HPDKI) DPD Banten makin memperkuat image ”Raja Kambing”.
  5. Salah satu penjual hewan qurban terbesar di Jabodetabek, yaitu 1.500 ekor kambing dan domba.
  6. Menjadi pelaksana teknis ”AQIQAH MASSAL” yang diadakan oleh minyak telon cap lang, yaitu menyembelih kambing aqiqah 200 ekor (rekor MURI)–> iklan Commercial Ad di TV selama bulan Ramadhan. Versi lebih lengkap ditayangkan dalam “RAHASIA SUNNAH” di Trans TV

PERMODALAN

Usaha ini kami mulai dengan modal Rp 15 juta, yaitu untuk sewa tempat, membangun kandang dan membeli beberapa ekor kambing sebagai modal awal. Untuk mengatasi keterbatasan modal, kami sering mengajak teman – teman yang memiliki kemampuan finansial untuk membiayai ”proyek – proyek jangka pendek” (seperti supply kambing untuk ekspor) dengan sistem bagi hasil.

Pada Idul Qurban di akhir tahun 2006, usaha kami mendapat kucuran dana dari Koperasi Karyawan Awak Pesawat Garuda (KOAPGI) sebesar Rp 120 juta. Setelah selesai Idul Qurban dan pinjaman dikembalikan, KOAPGI memberikan lagi pinjaman Rp 200 juta untuk jangka waktu 1 tahun (s/d Februari 2008). Pinjaman tersebut Kami manfaatkan untuk menyewa lahan yang lebih luas dan lebih strategis serta membangun kandang yang lebih besar. Sebagian dana tersebut Kami manfaatkan juga untuk biaya promosi.

Setelah 2 tahun menjalankan usaha ini, rupanya ada beberapa investor yang melirik usaha kami dan ingin bergabung. Alhamdulillah setelah itu kami bisa membuka peternakan di Balaraja dan Rangkasbitung. Untuk meningkatkan penjualan, bulan lalu kami mengajukan Kredit Usaha Rakyat ke Bank Syariah Mandiri (BSM) Rp 500 juta untuk jangka waktu pengembalian 5 tahun. Akan tetapi sayangnya ditolak hanya karena saya memiliki kartu kredit (salah satu kriteria penerima KUR adalah tidak pernah menerima bantuan Bank, termasuk kartu kredit).

BADAN HUKUM

Pada saat memulai usaha ini, Kami belum memiliki payung usaha sama sekali, dan itu berlangsung kira – kira 1 tahun. Setelah melewati tahun pertama dengan selamat, maka kami membuat CV Harmonia Adil Mandiri. Kami berharap dengan memiliki CV, kami terpacu untuk bekerja secara lebih profesional. Alhamdulillah saat ini (September 2008) Kami bahkan dalam proses meningkatkan lagi menjadi PT Harmonia Saga Makmur.

TEKNOLOGI

Ada sedikit rasa bersalah yang menghantui diri saya karena memilih dunia yang tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikan saya. Alhamdulillah Allah SWT mendengar suara hati kecil saya dan memberikan peluang lewat kenaikan harga BBM. Saya memiliki unit usaha catering yang mensupport penjualan kambing aqiqah, karena hampir 90% pelanggan minta kambing tersebut dimasak. Tadinya kami menggunakan minyak tanah. Ketika pemerintah membatasi minyak tanah dan menggantinya dengan gas LPG, harga minyak tanah meroket dari Rp 2.000 menjadi Rp 6.000/liter. Maka kami terpaksa mencari alternatif bahan bakar lain. Kami akhirnya mengembangkan bio gas dari kotoran kambing sebagai bahan bakar memasak. Dalam waktu dekat kami akan mengembangkannya untuk sumber listrik.

CITA – CITA

Sesuai dengan idealisme awal kami, yaitu mendorong masyarakat untuk berwirausaha, saat ini Kami cukup sering berbagi pengalaman, baik dengan sesama peternak, calon pensiunan, mahasiswa yang menjelang lulus, dll. Selain itu Kami membentuk kelompok peternak SAGA MAKMUR yang diresmikan oleh wakil bupati Tangerang H Rano Karno pada tanggal 13 Juli 2008. Selanjutnya kami juga mendirikan Koperasi Peternak SAGA MAKMUR yang diresmikan oleh Mentri Koperasi H Suryadarma Ali pada tanggal 8 Agustus 2008 pada saat puncak peringatan hari koperasi di Kabupaten Tangerang.

Setelah Idul Fitri, Kami berencana bekerjasama dengan anggota koperasi dalam memelihara hewan qurban untuk keperluan Idul Qurban tahun ini. Target penjualan kambing dan domba pada tahun ini adalah 2.250 ekor.

Pada awal tahun 2009, Kami akan mulai membuat usaha – usaha yang mendatangkan nilai tambah (Added Value), yaitu membuat kerajinan kulit, tulang, tanduk dan bulu, membuat usaha bakso kambing keliling, dan rumah makan kambing. Bila sesuai dengan rencana, pada tahun 2010 Kami akan mendirikan pabrik pengolahan kambing, dan pada tahun 2011 kawasan peternakan kami di Balaraja akan menjadi agrowisata khusus kambing, dimana pengunjung bisa melihat peternakan kambing, minum susu kambing, makan daging kambing olahan dan membeli souvenir kerajinan kambing.

PENUTUP

Demikianlah sekelumit cerita dari seorang alumni ITB yang terdampar di dunia peternakan namun memiliki cita – cita tinggi untuk mengembangkan dunia yang belum dilirik para pemodal besar ini.

sumber : milis Kalam Salman ITB

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: